Mengapa Usia 20-an Adalah Waktu Terbaik untuk Mulai Menulis dan Membaca Buku

Mengapa Usia 20-an Adalah Waktu Terbaik untuk Mulai Menulis dan Membaca Buku

Seorang pemuda di usia 20-an sedang membaca buku dan menulis jurnal di meja kerjanya. Momen ini menggambarkan pentingnya kebiasaan membaca dan menulis sejak dini

Banyak orang beranggapan bahwa menulis dan membaca buku hanya untuk kalangan tertentu. Padahal, di usia 20-an justru adalah masa paling tepat untuk memulainya. Di usia ini, kita sedang mencari jati diri, merencanakan karier, dan belajar memahami hidup.Buku yang kita baca di usia 20-an akan sangat berpengaruh terhadap cara kita berpikir di usia 30-an dan seterusnya.

1. Pikiran Masih Terbuka dan Mudah Menyerap Ide Baru

Di usia 20-an, kita belum terlalu terkunci dengan rutinitas yang kaku. Kita masih berani mencoba, masih berani bertanya, dan masih berani bermimpi.Membaca di masa ini akan memperluas cara pandang. Satu buku yang bagus bisa membuka pintu ke banyak ide baru yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan.

2. Menulis Membantu Kita Mengenal Diri Sendiri

Menulis bukan hanya soal menjadi penulis. Menulis adalah cara untuk merapikan isi kepala.Saat kita menulis tentang kegagalan, kekhawatiran, atau cita-cita kita, kita sedang berdialog dengan diri sendiri. Banyak anak muda yang merasa lebih tenang dan lebih percaya diri setelah rutin menulis jurnal harian selama 10-15 menit.Anda tidak perlu menunggu bisa menulis dengan sempurna. Tulislah apa adanya.

3. Membaca Mencegah Kita Merasa Tertinggal

Salah satu kecemasan terbesar di usia 20-an adalah perasaan tertinggal dari teman sebaya. Teman sudah bekerja, sudah sukses, sementara kita masih bingung.Membaca kisah hidup orang lain mengajarkan kita bahwa setiap orang memiliki waktu dan jalannya masing-masing. Tidak ada kata terlambat untuk memulai.

4. Mulai dari Kebiasaan Kecil

Anda tidak perlu langsung membaca satu buku tebal dalam seminggu. Mulailah dari 5 halaman setiap pagi atau 10 menit sebelum tidur.Begitu juga dengan menulis. Mulailah dengan menulis 3 paragraf setiap hari. Jika dilakukan konsisten selama 30 hari, Anda akan terkejut melihat perubahan pada cara Anda berpikir.

5. Buku Adalah Investasi Paling Murah

Di usia 20-an, mungkin kita belum memiliki banyak uang. Tetapi buku adalah investasi termurah dengan manfaat terbesar. Dengan harga yang setara dengan sekali makan di kafe, kita bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu dari penulis yang sudah menghabiskan bertahun-tahun untuk belajar.

Kesimpulan

Usia 20-an bukan masa untuk menunda. Ini adalah masa untuk membangun fondasi. Membaca akan memberi Anda wawasan, dan menulis akan memberi Anda kejelasan.Anda tidak harus menunggu menjadi sempurna untuk memulai. Mulailah hari ini, dengan satu halaman, satu paragraf, satu buku.Karena seperti pesan dalam buku Belum Terlambat di Usia 20, tidak pernah ada kata terlambat selama kita mau memulai sekarang.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELUM TERLAMBAT DI USIA 20 - Fathul Qarib

5 Pelajaran yang Saya Dapat Saat Menulis Buku "Belum Terlambat Di Usia 20" di Pontianak

Cara Menulis Buku Pertama: Pengalaman Shazmeen Publishing