Cara Menulis Buku Pertama: Pengalaman Shazmeen Publishing
Menulis buku pertama terasa menakutkan. Kamu akan merasa tidak percaya diri, merasa tulisanmu jelek, dan merasa tidak ada yang akan membaca. Pengalaman Shazmeen Publishing membuktikan bahwa semua penulis pertama mengalami hal yang sama.
- Cara pertama adalah jangan menulis untuk semua orang. Tulislah untuk satu orang. Bayangkan ada satu orang di usia 20 yang sedang merasa tertinggal dan membutuhkan nasihatmu. Tulislah untuk dia. Tulisanmu akan menjadi lebih personal dan lebih menyentuh.
- Cara kedua adalah tuliskan bab yang paling mudah dulu. Tidak harus mulai dari bab 1. Jika bab 3 lebih mudah, tulislah bab 3 dulu. Yang penting adalah kamu mulai menulis.
- Cara ketiga adalah jangan edit saat menulis. Banyak penulis gagal menyelesaikan bukunya karena mereka terus mengedit. Pisahkan waktu menulis dan waktu mengedit. Menulis dulu sampai selesai, baru edit setelahnya.
- Cara keempat adalah cari komunitas menulis. Bergabunglah dengan komunitas yang memiliki tujuan yang sama. Komunitas akan membuatmu tetap semangat dan tidak mudah menyerah.
- Cara kelima adalah selesaikan. Buku yang selesai ditulis, meskipun tidak sempurna, lebih baik daripada buku yang sempurna di dalam pikiran tetapi tidak pernah ditulis. Selesaikan dulu, lalu perbaiki.
Shazmeen Publishing percaya bahwa setiap orang di usia 20 memiliki cerita yang layak untuk dibukukan. Jangan menunggu sampai kamu merasa sempurna untuk menulis. Menulislah sekarang, karena belum terlambat usia 20.

Komentar
Posting Komentar